RPP Kelas XI
RPP Adalah Rencana Pelaksanaan tatap muka untuk satu kali pertemuan atau lebih. RPP di buat oleh guru untuk membantunya dalam mengajar agar sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar pada hari tersebut, untuk lebih jelas mengenai RPP Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas XI semester 1, Silakan perhatikan contoh RPP berikut ini.
TUGAS RPP 3, PPL 2, Matelda Riwu Rohi, S.Pd
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP) 3
Sekolah : SMK NEGERI 1 KUPANG
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Kelas/Semester : XI / Ganjil
Tema : Keluarga dan Pernikahan Kristen
Materi Pokok : Pernikahan Dalam Perspektif Kristiani
Alokasi Waktu : 3 Jam Pelajaran @45 Menit
A. Kompetensi Inti
· KI-1:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
· KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.
· KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
· KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar | Indikator |
3.2 Menganalisis pentingnya nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan keluarga dan pernikahan |
· Menjelaskan Penting persiapan pernikahan Kristiani. · Menjelaskan hal-hal yang perlu di persiapkan dalam memasuki pernikahan kristen · Menjelaskan Pengertian Pernikahan dalam perspektif Kristiani · Menjelaskan Hakekat Pernikahan Kristen · Menjelaskan Tujuan Pernikahan Kristiani
|
4.2 Membuat karya yang berkaitan dengan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan keluarga dan pernikahan |
· Membuat kliping mengenai kehidupan perkawinan dan berbagai masalah yang timbul kemudian memberikan analisis dan jalan keluar dari masalah yang timbul |
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
· Menjelaskan Pentingnya persiapan pernikahan
· Menjelaskan hal-hal yang perlu di persiapkan dalam pernikahan.
· Menjelaskan Pengertian Pernikahan dalam perspektif Kristiani
· Menjelaskan Hakikat dari Pernikahan Kristen
· Menjelaskan tujuan pernikahan Kristen
D. Materi Pembelajaran
Ø Pernikahan Kristen
· Pentingnya persiapan pernikahan
· Hal-hal yang perlu di Persiapkan dalam persiapan pernikahan kristen
· Pengertian Pernikahan dalam perspektif Kristiani
· Hakekat Pernikahan Kristen
· Tujuan Pernikahan Kristen
BAHAN AJAR
MATERI POKOK : PERNIKAHAN DALAM PERSPEKTIF KRISTIANI
POKOK BAHASAN : Pentingnya Persiapan Pernikahan, Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pernikahan Kristen, Pernikahan Kristen, Hakikat Pernikahan, Tujuan pernikahan Kristen.
1. Pentingnya Persiapan Pernikahan kristiani
Mengapa mempersiapkan suatu pernikahan kristiani itu dianggap penting? Hal itu sangat penting terutama bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Di samping itu juga penting bagi gereja supaya citra gereja sebagai keluarga Allah, di mana para warganya terdiri dari keluarga-keluarga Kristen dapat dijaga, dan kehendak Allah dapat diterapkan karena banyak tantangan baik dalam kehidupan pernikahan, keluarga maupun di dalam gereja yang harus dihadapi.
Pernikahan Kristen perlu dipersiapkan dengan baik agar dapat memiliki pernikahan yang baik dan Memiliki kehidupan Keluarga yang berkenan kepada Tuhan karena keluarga yang di bentuk melalui pernikahan akan menjadi keluarga Kristen, karena keluarga Kristen dipanggil untuk menjadi suatu komunitas yang mewartakan kabar baik atau Injil. Keluarga Kristen, seharusnya menjadi tempat dimana Injil ditaburkan dan selanjutnya diwartakan keluar. Dengan demikian, setiap anggota keluarga Kristen, baik bapak, ibu maupun anak-anak menjadi penerima sekaligus menjadi pewarta Injil. Dengan demikian, para orang tua tidak hanya mewartakan Injil kepada anak-anak-Nya, namun juga seharusnya terbuka untuk menerima Injil dari mereka.
2. Hal yang perlu dipahami dalam persiapan pernikahan Kristen, sebagai berikut.
a. Pentingnya suatu pemahaman yang benar tentang pernikahan Kristen.
b. Pemuda dan pemudi Kristen perlu sungguh-sungguh mengerti hakikat suatu pernikahan Kristen sebagai lembaga yang dikuduskan Tuhan.
c. Perlunya persiapan yang memadai. Persiapan suatu pernikahan Kristen adalah hal yang dibutuhkan oleh calon pasangan yang akan menikah, agar mereka dapat mengalami suatu pernikahan yang bahagia dan tercapainya keselamatan di dalam Tuhan.
d. Secara teknis, persiapan pernikahan Kristen dapat dibagi menjadi dua (2) bagian, yaitu persiapan jangka panjang dan dan persiapan jangka pendek. Yang pertama, persiapan jangka panjang, mencakup pemberian pemahaman sekaligus bekal bagi kehidupan keluarga Kristen.Biasanya hal ini kita sebut sebagai “Katekisasi Pernikahan”, dimana calon pasangan suami dan istri perlu mengenal dasar-dasar teologi pernikahan dan keluarga Krisen, etika, ekonomi keluarga, memahami pasangan, peran seksualitas, dinamika relasi keluarga dan ha;l-hal lain yang dianggap penting. Waktu yang dialokasikan biasanya sekitar enam (6) bulan. Yang kedua, persiapan jangka pendek, mencakup persiapan teknis upacara dan perhelatan pernikahan, semua persiapan pernikahan perlu di persiapkan dengan baik kaena Keluarga Kristen sesungguhnya menerima dan menjadi pewarta kabar gembira. Hal itu dapat dimulai sejak saat persiapan pernikahan, sebagai suatu perjalanan iman, suatu kesempatan dan peluang dimana para calon pengantin semakin memperdalam imannya dan dengan bebas menerima panggilan Kristus untuk mengikuti-Nya dalam hidup berkeluarga.
3. Pernikahan dalam Perspektif Kristen.
Pernikahan mula-mula berasal dari ide atau inisiatif Allah. Tuhan yang menciptakan laki-laki yakni Adam dan melihat tidak baik manusia itu seorang diri saja. Kemudian Tuhan ingin Adam mempunyai seorang penolong, maka didatangkan segala ciptaanNya yang lain kepada Adam supaya Adam menamainya, Namun Adam tidak menemukan seorang penolong yang sepadan dengan dia. Lalu Tuhan membuat Adam tertidur dan menciptakan seorang wanita dari tulang rusuknya yang diberi nama Hawa (Kejadian 2:18-25). ini artinya bahwa Pernikahan adalah karunia, sehingga suami dan isteri dapat saling menghibur dan saling menolong satu dengan lain, hidup setia bersama dalam kekurangan dan kekayaaan, dalam suka dan duka. Ia adalah karunia, sehingga dengan kesenangan dan kelembuatan mereka dapat saling mengenal dalam kasih, dan melalui hubungan tubuh mereka dapatmenguatkan hati dan hidup mereka. Ia adalah karunia, sehingga dapat mempunyai anak – anak atau pun tidak dan diberkati dalam membesarkan mereka. dan pernikahan adalah karya dan anugrah Allah kepada manusia, yaitu dipersatuankannya antara manusia laki – laki dan manusia perempuan seumur hidupnya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia itu sendiri supaya melalui hidup manusia, Tuhan dipermuliakan. Jadi Pernikahan Kristen adalah suatu persekutuan hidup antara laki-laki dan perempuan karena mereka saling mencintai, dan ingin membentuk suatu kehidupan bersama secara tetap, memiliki tujuan yang sama yakni ingin saling membahagiakan dan kalau diperkenankan Tuhan memiliki keturunan.
4. Hakikat Pernikahan Kristen
Hakekat sebuah pernikahan dan tujuan hidup kita sebagai manusia adalah untuk mencapai suatu kebahagiaan dan kesejahteraan. pada hakekatnya Pernikahan Kristen adalah suatu persekutuan hidup antara laki-laki dan perempuan karena mereka saling mencintai, dan ingin membentuk suatu kehidupan bersama secara tetap, memiliki tujuan yang sama yakni ingin saling membahagiakan dan kalau diperkenankan Tuhan memiliki keturunan . Sesungguhnya pernikahan bukanlah masalah dua orang saja yang menikah, namun juga menjadi masalah agama dan keluarga besar, Pernikahan Kristen merupakan pernikahan yang eksklusif dan unik, untuk hidup dalam kesetiaan sepenuhnya antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan rencana Allah Sang Pencipta karena Tuhan menciptakan manusia menurut citra-Nya, Ia memanggil manusia untuk saling mengasihi sekaligus untuk mengasihi Allah. Itulah hakikat pernikahan Kristen yaitu cinta kasih. Tuhan memberikan kodrat manusiawi kepada laki-laki dan perempuan, dan memanggilnya untuk saling mengasihi dan bertanggung jawab dalam hidup dan persekutuan. Satu-satunya “lingkungan” yang memungkinkan penyerahan diri dalam arti sepenuhnya ialah pernikahan, dimana disitu ada perjanjian cinta kasih antara suami istri yang dipilih secara sadar yang saling mencintai,saling mengasihi, saling melayani dan hidup bersama sampai maut yang memisahkan.
5. Tujuan Pernikahan Kristen
Tujuan pernikahan Kristen antara lain:
a. Suatu pernikahan merupakan peraturan yang ditetapkan oleh Tuhan.
Pernikahan merupakan tata tertib yang suci yang ditetapkan oleh Allah sejak penciptaan manusia. Sebagaimana yang tertera dalam Kejadian 2:24 :“. . . Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging”.
b. Cinta kasih Tuhan Yesus Kristus menjadi dasar pernikahan Kristen (band: Yoh.15:9-17 dan Ef. 5:22-33). Yang menjadi dasar dari kehidupan pernikahan dan keluarga adalah cinta kasih Tuhan Yesus Kristus kepada gereja-Nya. Suami dan istrI panggil untuk saling mencintai secara timbal balik, secara total dan menyeluruh, kemauan untuk saling memberi dan menerima.
c. Untuk saling membahagiakan dan mencapai kesejahteraan hidup. Oleh karena itu, kedua belah pihak baik istri maupun suami mempunyai tanggung jawab dan memberi sumbangan yang bermakna untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan suami istri.
d. Dalam pernikahan dengan perspektif Kristen, nikah dipandang sebagai suatu peraturan monogami. Karena monogami merupakan suatu refleksi dari kasih agape, yaitu kasih yang saling melayani, saling mengasihi tanpa pamrih. Monogami artinya seorang suami hanya boleh memiliki seorang istri demikian juga seoarang suami hanya boleh memiliki seorang suami. dan pernikahan Kristen hanya maut yang memisahkan.
E. Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode : Tanya jawab, diskusi, ceramah
F. Media Pembelajaran
Media :
· Worksheet atau lembar kerja (siswa)
· Lembar penilaian
· LCD Proyektor / Slide PPT
Alat/Bahan :
· Penggaris, spidol, papan tulis
· Laptop & infocus
G. Sumber Belajar
· Buku Pendidikan Agama Kristen Siswa Kelas XI, Kemendikbud, Tahun 2016
· Buku refensi yang relevan, Pendidikan Agama Kristen & Budi Pekerti ( Hidup Dalam Kristus ) Pengarang Yethie Bessie, S.Th & Nofedin Waruwu, M.Pd
· Alkitab
· Lingkungan setempat
· Internet
· Buku Rohani Indah Pernikahan Kristen, Pengarang Sutjipto Subeno
H. Langkah-Langkah Pembelajaran
1 . Pertemuan Pertama (3 x 45 Menit) | |||||||||||||||
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit) | |||||||||||||||
Guru : Orientasi v Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran v Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin v Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Aperpepsi v Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya v Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya. v Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan. Motivasi v Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. v Apabila materi tema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi : Ø Pentingnya persiapan pernikahan, Hal-hal yang perlu di persiapkan dalam pernikahan, Hakikat Pernikahan,Tujuan pernikahan Kristen v Mengajukan pertanyaan Pemberian Acuan v Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu. v Memberitahukan tentang kompetensi dasar, indikator, pada pertemuan yang berlangsung v Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung v Pembagian kelompok belajar v Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. | |||||||||||||||
Kegiatan Inti ( 105 Menit ) | |||||||||||||||
| |||||||||||||||
Catatan : Selama pembelajaran pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: nasionalisme, disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan | |||||||||||||||
Kegiatan Penutup (15 Menit) | |||||||||||||||
Peserta didik :
v Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani yang baru diselesaikan. v Mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah. Guru : v Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani v Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran pentingnya persiapan pernikahan, hal-hal yang perlu di persiapkan dalam memasuki pernikahan,Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani
v Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran pentingnya persiapan pernikahan,hal-hal yang perlu di pesiapkan dalam memasuki pernikahan Kristen, Hakikat dan tujuan pernikahan kristiani kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. | |||||||||||||||
· Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi · Guru memberikan penilaian tertulis bentuk Pilihan Ganda atau memilih jawaban yang tepat v Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan berdoa untuk menutup pelajaran.
|
| ||||||||||||||
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
1. Prosedur Penilaian Sikap
No | Aspek yang dinilai | Teknik Penilaian | Waktu Penelaian |
1 | Sikap: a. Terlibat aktif dalam pembelajaran Pernikahan dalam perspektif Kristiani b. Bekerjasama dalam kegiatan kelompok. c. Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif. |
Pengamatan
|
Saat kegiatan eksplorasi dan kegiatan diskusi kelompok |
2 | Pengetahuan: 1. Menjelaskan pemahaman yang benar tentang Pernikahan dalam perspektif kristiani 2. Menjelaskan makna,tujuan,dan hakikat pernikahan kristiani |
Tes tulis Pilihan Ganda |
Saat post test dan hasil pekerjaan siswa |
3 | Keterampilan: 1. Membuat Kliping mengenai kehidupan pernikahan dan berbagai masalah yang timbul dalam keluarga |
Penyelesaian Soal |
Saat post test dan hasil pekerjaan siswa |
2. Bentuk dan Instrumen penilaian: terlampir
3. Pedoman penskoran: terlampir
Mengetahui: Kupang,03 N0vember 2020
Plt.Kepala SMK Negeri 1 Kupang Guru Mata Pelajaran,
I Nengah Aditanaya, S.Pd.MM Matelda Riwu Rohi,S.Pd.
Nip. 19691211 199202 1 003 Nip. 19821009 201001 2 030
PENILAIAN PENGETAHUAN
Tes Tertulis, bentuk soal pilihan ganda
Mata Pelajaran : Agama Kristen
Kelas/Semester : XI/1
Topik : Pernikahan dalam perspektif pernikahan kristiani
Sub Topik : Pentingnya persiapan pernikaahan,hakikat dan tujuan pernikahan kristen
Tahun Pelajaran : 2020/2021
Pilihlah jawaban yang paling tepat dan paling benar!!!!!
1. Dalam menjalin hubungan pernikahan haruslah mengerti hakikat pernikahan yang sesungguhnya. Pilih pengertian hakikat penikahan yang menurut kalian paling benar dan tepat…...
a. suatu persekutuan hidup antara laki-laki dan perempuan karena mereka saling mencintai dan ingin membentuk suatu kehidupan bersama secara tetap, memiliki tujuan yang sama yakni ingin saling membahagiakan.
b. Pernikahan adalah sarana untuk menyatakan cinta kasih dalam proses memperoleh anak dengan cara yang benar
c. Pernikahan adalah cara untuk mempersatukan dua orang yang saling mencintai secara sah menurut ajaran agama dan negara
d. Pernikahan adalah tahap berikutnya setelah berpacaran
e. Pernikahan adalah status keluarga yang diakui pemerintah
2. Dalam pernikahan dengan perspektif Kristiani, pernikahan dipandang sebagai suatu peraturan monogami. Karena monogami merupakan suatu refleksi dari kasih....
a. Eros
b. Storge
c. Filia
d. Agape
e. Armania
3. Perselingkuhan dalam suatu pernikahan yang suci haruslah dihindari, alasannya ialah dapat mengakibatkan terjadinya......
a. Kehancuran dalam bahtera keluarga
b. Keretakan dalam komunikasi keluarga
c. Komunikasi tidak berjalan lancar.
d. Rasa kepedulian pada pengasuhan anak
e. Niat hati dalam kepemilikan akan harta
4. Untuk membentuk sebuah keluarga, seseorang harus siap secara "fisik" artinya....
a. Bertanggung jawab menjalani kehidupan keluarganya
b. Rupa-rupa dalam kebimbangan perkawinan
c. Keduanya minimal mencapai umur 20 dan 24 tahun
d. Sesuai dengan undang-undang perkawinan
e.Sudah dewasa memenuhi persyaratan menikah
5. Dalam pernikahan dengan perspektif kristen, nikah di pandang sebagai suatu peraturan monogami. Monogami artinya….
a. seorang suami hanya di perbolehkan memiliki seorang istri dan seorang istri hanya boleh memiliki seorang suami
b. bersaksi
c. bersekutu
d. melayani
e. Logos
Kunci Dan Pedoman Penskoran
No. | Kunci | Aspek | Skor |
1 | a.suatu persekutuan hidup | Pengetahuan | 10 |
2 | d. Agape | Pengetahuan | 10 |
3 | a.Kehancuran dalam bahtera rumah tangga | Pengetahuan | 10 |
4 | a.bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan keluarga | Pengetahuan | 10 |
5 | a. | Pengetahuan | 10 |
i. Nilai Pengetahuan =
Pedoman Penskoran
| R u b r I k | skor |
1. | Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar. | 1 |
2. | Siswa menyebutkan jawaban salah | 0 |
|
|
|
| Skor Maksimum |
|
Nilai =
total skor perolehan
𝑥 100
Penilaian Ketrampilan
Satuan Pendidikan : SMK N. 1. KUPANG
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Kristen & Budi Pekerti
Kelas /Semester : XI /Ganjil
Tahun Pelajaran : 2020 / 2021
Tugas
Siswa di minta Membuat Kliping mengenai kehidupan pernikahan dan berbagai masalah yang timbul dalam keluarga kemudian di analisis dan di kumpulkan pada pertemuan berikutnya,
Rubrik dan Kriteria Penilaian Kliping
Tugas ke :
Date line :
Nama :
Kelas :
Hari/ Tanggal kumpul :
Topik :
Nilai :
Aspek yang di nilai (isi makalah) 30 % | Skor |
• Kliping dibuat sangat sesuai dengan topik yang diberikan. Ana lisa dan penjabaran yang jelas dan detail | 20-30 |
• Kliping yang dibuat cukup sesuai topik. Analisa dan penjabaran cukup kaya dan detail | 10-19 |
• Kliping yang dibuat kurang sesuai dengan topik. Analisa dan pen jabaran sangat sederhana dan terbatas | 5-9 |
Kelengakapan bahan (25%) |
|
• Kliping dilengkapi dengan gambar dan penjelasan yang mendu kung identits sumber tercantum | 15-25 |
• Kliping cukup dilengkapi dengan gambar dan penjelasan. Identi tas sumber beberapa tercantum | 8-14 |
• Kliping kurang dilengkapi gambar dan penjelasan lainnya. Identi tas sumber tidak tercantum | 3-7 |
Kerapihan dan bentuk (25 %) |
|
• Kliping disajikan sangat rapi, teratur/sistematis dan penuh dengan kreativitas (penataan bidang tempel, pewarnaan, pemakaian besar dan bentuk huruf yang kreatif) | 15-25 |
• Kliping disajikan cukup rapi, teratur/sistematis. Kreatifitas cukup baik | 8-14 |
• Kliping disajikan kurang rapi dan kurang menarik, tidak sistema tis/ teratur, kurang kreatif | 3-7 |
Ketepatan Waktu (20%) |
|
• Kliping dikumpulkan tepat pada waktu yang ditentukan | 20 |
• Kliping dikumpulkan tidak lebih dari 1 minggu setelah batas waktu | 10-15 |
• Kliping dikumpulkan lewat dari batas tenggang waktu bahkan menjelang akhir penginputan nilai. | 3-9 |
|
|
Total Nilai ( jumlah) | 100 |
PROGRAM PERBAIKAN DAN PENGAYAAN
Sekolah : SMK N. 1 Kupang
Mata Pelajaran : Agama dan Budi Pekerti
Kompetensi Dasar : Menganalisis pentingnya nilai-nilai kristiani dalam kehidupan pernikahan dan keluarga
Kelas/Semester : XI / 1
Tahun Pelajaran : 2020 /2021
1. Program Perbaikan
1.1. Sasaran Perbaikan: Siswa yang memperoleh nilai kurang dari
1.2. Bentuk perbaikan: Tes perbaikan
1.3. Jenis perbaikan : Individual
1.4. Materi Pokok : Pernikahan dalam perspektif kristiani
1.5. Proses perbaikan : Peserta didik diberikan kesempatan belajar dibawah bimbingan guru dalam satu kelompok.
1.6. Pelaksanaan :
1.6.1. Hari/ Tanggal : …………………………..........
1.6.2. Waktu : ………………….……….........
1.6.3. Hasil : ………………….................
2. Program Pengayaan
2.1. Sasaran Pengayaan : Siswa yang memperoleh nilai lebih dari
2.2. Bentuk Pengayaan : Pemberian Materi Tambahan
2.3. Jenis Pengayaan : Individual
2.4. Materi Pokok : Pernikahan dalam perspektif kristiani
2.5. Pelaksanaan
2.5.1. Hari/ Tanggal : …………………………………………...
2.5.2. Waktu : …………………………………………....
2.5.3. Hasil : …………………………………………....
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Mata Pelajaran : PAK & BUDI PEKERTI
Kelas/Semester : XI/1
Topik : Pernikahan Dalam Perspektif Kristiani
Sub Topik : Pernikahan Dalam Perpektif Kristiani
Tahun Pelajaran : 2020/2021
Nama Siswa :
Kelas :
Tujuan Pembelajaran
· Menjelaskan Pentingnya persiapan pernikahan dan hal-hal yang perlu di persiapkan dalam pernikahan.
· Menjelaskan Hakikat pernikahan kristen.
· Menjelaskan tujuan dan dasar pernikahan Kristiani
Petunjuk / Langkah-langkah
1. Pelajari Lembar Kerja Siswa tentang Pernikahan Dalam Perspektif Kristiani berikut dengan berdiskusi dengan teman-temanmu satu kelompok!
2. Selesaikan setiap masalah dengan menyertai langkah-langkah penyelesaian !
3. Setelah selesai, salah satu kelompok akan diminta mempresentasikan hasil diskusi kelompok
1. Diskusikanlah, menurut kalian mengapa pernikahan kristen perlu di persiapkan dengan baik.
.............................................................................................................................
2. Menurut pendapat kalian, Hal-hal apa saja yang perlu di pahami dalam persiapan pernikahan kristen?
..............................................................................................................................
3. Jelaskan menurut pendapat kalian apakah yang di maksud dengan pernikahan kristen?
..............................................................................................................................
4. Jelaskan apa yang menjadi hakikat pernikahan Kristen?
………………………………………………………………….
5. Jelaskan tujuan dari pernikahan dari suatu pernikahan kristen ?
............................................................................................................................
Selamat belajar dan berdiskusi, tetap Semangat. Tuhan Yesus Memberkati.
Komentar
Posting Komentar